Struktur Kepolisian

ORGANISASI POLRI

Manajemen Penyidikan Tindak Pidana

PERATURAN KAPOLRI NOMER 14 TAHUN 2012

Kamis, 04 September 2014

Pelaku Pembunuhan DiSiring Ditangkap, 4 Orang Tewas

Empat orang dilaporkan tewas dalam perkelahian di taman siring Sungai Martapura, Jalan RE Martadinata depan Balai Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (30/8/2014) dini hari. Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Suharyono ketika dikonfrmasi membenarkan kejadian tersebut. Perkelahian di taman yang berseberangan dengan Kantor Wali Kota itu terjadi sekitar pukul 01.15 WITA.

Ia mengatakan perkelahian itu bukan antar kampung atau antar etnis, melainkan antar kelompok yang lagi berkumpul. Informasi sementara yang dikumpulkan dari para saksi di tempat kejadian perkara (TKP), kata Suharyono, perkelahian tersebut dipicu hanya karena permasalahan sepele.

"Permasalahannya karena teguran salah seorang yang lagi kumpul dengan teman-temannya diduga lagi pesta miras, dan ditanggapi dendam oleh pelaku hingga berujung pada penyerangan dengan senjata tajam," ungkapnya. Berdasarkan cerita saksi, kata Suharyono, kejadian itu didahului cekcok antara salah seorang yang sedang nongkrong bersama taman-temannya dengan seseorang yang lewat.

"Mungkin karena ditegur ada apa liat-liat. Pelaku pun tersinggung hingga terjadilah cekcok adu mulut yang berujung pemukulan, lalu mereka dilerai," ucapnya. "Tapi kemungkinan masih membawa dendam di hati sehingga tidak begitu lama atau sekitar setengah jam, dia datang lagi dengan teman-temannya yang tanpa banyak basa basi langsung menghujami mereka dengan senjata tajam," lanjutnya.

Ia mengatakan, dari perkelahian tersebut, empat orang di antara mereka tewas di TKP, dan satu orang lagi luka di kepala. Pihaknya memperkirakan pelaku penyerangan sekitar empat orang dengan menggunakan sepeda motor. Sedangkan para korban saat itu berlima. "Tapi para korban lagi tidak bersenjata," kata Suharyono.

Pihak Poltabes saat ini masih memburu para pelaku yang identitasnya masih belum dikontongi. Sedangkan korban divisum di beberapa rumah sakit di Kota Banjarmasin, yakni dua orang di RS Sari Mulia, satu orang di RS Suaka Insan, dan satu orang di RSUD Ulin. Ia menyatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus tersebut secepatnya. Pihaknya sudah membentuk tim untuk memburu para pelaku.

"Saat ini petunjuk yang kita punya, saksi kunci yang terluka dan selamat, juga ada beberapa orang yang saat kejadian itu berada tidak jauh di sana. Untuk barang bukti, sebilah belati, dua balok kayu yang berlumuran darah, dan bangku panjang tempat para korban duduk, kami amankan," paparnya. Dari data yang diterima, para korban itu semua penduduk Banjarmasin, yaitu Junaidi dan Mukmin alias Imuk, keduanya warga Teluk Tiram Darat Gang Sepakat, serta Dabak warga Jalan Tembus Mantuil Batang dan Duan warga Banjarmasin Tengah. "Para korban itu sebagian karyawan kapal tunda/tarik atau tugboat," kata Suharyono.

Dan akhirnya Polresta Banjarmasin, berhasil menangkap para pelaku sebanyak tiga orang, yang menyebabkan empat orang tewas di Taman Siring Sungai Martapura atau depan Balai Kota Banjarmasin,Sabtu (30/08/2014).

Sedangkan satu pelaku lagi diciduk di persembunyian di wilayah Desa Semangat Dalam, Terantang, Kabupaten Barito Kuala (Batola) ditempat orang tuanya karena mau melarikan diri dengan memakai baju daster sehingga dihadiahi timah panas,oleh petugas dan orang tua pelaku pun diperiksa sebagai saksi karena diduga mau melarikan tersangka keluar daerah, pada Senin (1/09/2014) dini hari 

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Suharyono kepada wartawan, Senin (1/09/2014) mengatakan, dua pelaku perkelahian itu menyerahkan diri, dan satu pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena diduga mau melarikan diri. "Dua pelaku itu menyerahkan diri kemarin (Minggu malam) ke Polsekta Banjarmasin Barat" 

Ia menambahkan, ketiga pelaku yang sudah ditangkap warga Lokasi III Banjarmasin Selatan, yakni Saipul alias Ipul (21), Ramayudha (23) dan Amat Nurul (17), sudah diamankan di Mapolresta Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan. "Ini keberhasilan tim yang kita bentuk untuk menangani kasus perkelahian dengan empat korban tewas  yakni siang malam memburu pelakunya hingga berhasil didapatkan dan ditangkap," katanya.

Ia mengatakan, bagi tersangka yang masih buron, apalagi sudah diketahui identitas oleh kepolisian, untuk segera menyerahkan diri, sebelum dilakukan tindakan tegas. Pihaknya pun, masih terus mendalami keterangan dari para saksi di tempat kejadian perkara (TKP), yang menjadi korban tapi selamat dan keterangan para tersangka.

Diduga pemicu perkelahian hanya karena masalah sepele, yakni ditegur kenapa liat-liat, dan akhirnya berujung pertengkaran, hingga penyerangan dengan senjata tajam. Empat korban tewas dalam perkelahian tidak seimbang itu alias satu kelompok dilengkapi senjata tajam dan kelompok lainnya tak pakai senjata, yaitu Junaidi dan Mukmin, keduanya warga Teluk Tiram Darat Gang Sepakat Banjarmasin.

Kemudian yang juga tewas Dabak warga Jalan Tembus Mantuil Batang dan Duan warga Banjarmasin Tengah. Para korban diketahui, sebagian karyawan kapal tunda/kapal tarik atau tugboat.

Dimabuki Lanjut Dicabuli

Setelah dimabuki minuman keras tiga pemuda pengangguran, R (15), warga Jalan Kelayan A Gang Setuju Banjarmasin Selatan, pelajar puteri salah satu SMA swasta di Banjarmasin dicabuli beramai-ramai. Akibatnya, ketiga pemuda tersebut kini ditangkap polisi. Mereka adalah Seftiyani Sapto Fadilah alias Asef (18) dan Riski Nur alias Riski (18), keduanya warga Jalan A Yani Km 4 Komplek Bulan Mas Banjarmasin Timur, serta Rudiansyah alias Aming (20) Jalan A Yani Km 7 Gang Sari Rezeki.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono menyatakan, telah menahan tiga pemuda yang diduga melakukan pencabulan terhadap seorang perempuan di bawah umur. "Penahanan itu atas laporan seorang perempuan yang ditemani tantenya mengaku, dicabuli tiga orang laki-laki pada malam 17 Agustus lalu," katanya di Banjarmasin, Rabu. Setelah mendapat pengaduan kasus pencabulan tersebut pada 18 Agustus 2014, para pelaku kemudian dibekuk Rabu (20/8) dini hari di tempat hiburan malam.

"Setelah disidik, dan kita dapatkan identitas terduga pelaku, dengan cepat para anggota kita bergerak, saat ditangkap para pelaku dalam keadaan mabuk," katanya.Ketiga terduga pelaku kasus pemerkosaan atau pencabulan itu masing-masing Rizki (18) dan Asep (18) yang sama warga Bulan Mas dan Aming (20) warga Jalan Ahmad Yani Km7-Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalsel. Menurut keterangan R, sebelum peristiwa itu terjadi ia bersama dengan enam temannya, Sabtu (16/8) keluar rumah untuk menikmati malam 17 Agustusan di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin.

Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, R saat di jalan terpisah dengan enam temannya itu. Ketika R sendirian, ia bertemu dengan Aming, kemudian mereka kenalan dan dibawa ke rumah Asef yang dalam keadaan kosong. ”Di rumah Riski, R kemudian diberikan minuman keras oleh Aming dan setelah dalam keadaan mabuk tiga pemuda itu menodai R bergantian, pelaku utamanya adalah Aming,” cetus Afner, kemarin (20/8).

Sementara berdasarkan pengakuan Aming, sebelum menyetubuhi R, Riski dan Asef bertugas melucuti pakaian R dan dirinya mengakui menjadi eksekutor. ”Setelah itu, dia saya antar ke depan komplek dan saya turunkan dari motor langsung saya tinggalkan,” ujar Aming. Sementara dari pengakuan Asef dan Rifki, mereka juga ikut melakukan, namun hanya sebatas mencium-cium pipi dan bibir korban secara bergantian. ”Saya yang melepas bajunya, lalu menggerayangi dan mencium-cium, tapi yang melepas celana korban Aming, yang seterusnya melakukan perbuatan itu,” kata Asef.

Berikut ini kisah nestapa ABG di Banjarmasin itu yang dirangkum : 
1. Ditinggal teman sendirian di tempat hiburan malam
Gadis 15 tahun itu mengaku awalnya dibawa teman-temannya ke tempat hiburan malam. Celakanya, di tempat itu dia ditinggal sendirian oleh teman-temannya. Apalagi dia juga belum pernah masuk ke tempat hiburan malam tersebut. 
2. Diperkosa orang tak dikenal
Di tempat hiburan malam yang baru dia masuki itu, si ABG tersebut kemudian bertemu dengan tiga pemuda yang tidak dikenal (Rizki, Asep dan Aming). Ketiga terduga pemerkosa kemudian memerkosanya bergiliran.
"Nahas, dia ternyata jadi pelampiasan hasrat para pemuda yang baru ketemu itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono.
3. Dicekoki miras
Sebelum melakukan pemerkosaan, ketiga pria itu mencekoki korban dengan minuman keras sampai mabuk. Kemudian mereka membawa korban ke rumah Rizki di Bulan Mas, sekitar pukul 02.00 WITA. Di rumah itu dia kemudian dicabuli. 
4. Setelah dicabuli ditinggal sendirian
Setelah pencabulan dilakukan ketiga tersangka, ABG itu kemudian ditinggal sendirian di rumah salah satu pelaku. "ABG wanita itu mengaku dicabuli mereka (ketiga pelaku) dan habis itu ditinggalkan sendiri di Jalan A Yani". 
5. Tak berani pulang
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banjarmasin Ipda Ira Arianti menambahkan, kondisi korban mulai cukup baik, namun terlihat masih trauma. 

"Dia kita beri perlindungan karena masih takut pulang ke rumah bertemu keluarga," ujar Ipda Ria. PPA Sat Reskrim Polresta Banjarmasin terus berusaha memberikan semangat kepada Bunga agar bisa kuat menghadapi cobaan hidup.

Pasutri pemilik toko material di Banjarmasin dibunuh perampok



Suami istri pemilik toko bahan bangunan "Sanjaya" di Banjarmasin, Tri Kusumah (67) dan Erniwati Candranata (61), dirampok dan dibunuh yang ditemukan Senin sekitar pukul 08.00 WITA di rumah tokonya (Ruko) tersebut. Kapolda Kalsel Brigjen Pol Machfud Arifin dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Suharyono meninjau tempat kejadian perkara (TKP) seketika itu juga sesudah menerima laporan dari bawahannya. 

Ketika berada di TKP, Jalan Pramuka Banjarmasin, kedua perwira tinggi dan menengah polisi tersebut, untuk sementara berkesimpulan dengan dugaan kedua suami istri itu dibunuh dan hartanya dirampok. "Sebab ada terdapat luka di tubuh korban, satu korban ditemukan di lantai bawah, satunya di lantai atas. Salah seorang karyawannya yang pertama kali tahu," ujar Kapolda Kalsel Brigjen Pol Machfud Arifin, Senin (21/7). 

Dari hasil pemeriksaan TKP, harta benda korban yang diduga hilang untuk sementara yang diketahui berupa satu unit mobil dan handphone. Pihak polisi minta waktu untuk menelusurinya lagi. "Saat ini para karyawan toko Sanjaya sudah dipanggil dan satu per satu dimintai keterangan. Dugaan kuat, pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut salah satu karyawannya sendiri, dan kini sedang dikejar keberadaannya," ujar Machfud. 

Sedangkan jasad kedua korban yang diduga dirampok dan dibunuh itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin untuk divisum. Kapolda menyatakan, hingga saat ini belum mengetahui secara pasti kapan kejadian perampokan yang disertai dengan pembunuhan tersebut, sebab pada hari Minggu toko yang bersangkutan tutup. 

"Kemudian baru tadi pagi (21/7) diketahui saat karyawannya mau buka toko. Sehingga harus menunggu keterangan dokter yang melakukan visum," lanjut jenderal polisi bintang satu itu. "Mereka itu kan cuma berdua tinggal di rukonya," tambah mantan Direktur Reskrim Polda Kalsel tersebut. 

Machfud mengungkapkan, berdasarkan keterangan sebagian saksi di lapangan, kedua suami istri yang korban itu hendak bepergian ke Surabaya, Jawa Timur pada Hari Minggu, untuk menengok anaknya yang sedang sakit di sana. "Tapi sepertinya kedua suami istri tersebut gagal untuk menemui anaknya yang sedang sakit di Surabaya karena pada Senin keduanya ditemukan tewas secara tragis," demikian Machfud. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono mengungkapkan, ada luka sepertinya sayatan di bagian mulut korban, yakni pada mulut sang istri. Untuk luka lain yang parah dan mematikan, terlihat tidak ada. 

"Makanya masih kita selidiki tewasnya mereka itu dengan cara apa dilakukan pelaku. Sesuai perintah Pak Kapolda, kita akan secepatnya memecahkan masalah ini dan menangkap pelakunya," papar Afner. Ia berharap, agar masyarakat lebih berhati-hati saat ini untuk terhindar dari tindak kejahatan, dan tidak mudah percaya begitu saja dengan orang baru yang tidak dikenal. "Kita sama-sama menjaga keamanan, selalu waspada saat ini, aksi kejahatan memang cukup meningkat menjelang lebaran yang tinggal beberapa hari lagi," demikian Afner.

Dan pada akhirnya bertempat di Aula Rupata Polresta Banjarmasin pada tanggal 4 agustus 2014 Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Drs Machfud arifin didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Suharyono Sik SH beserta unsur pejabat utama Polresta Banjarmasin melaksanakan Prees Realse pengungkapan kasus pembunuhan Pasangan suami istri di toko bangunan sanjaya Jalan Pramuka. 

Motif pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri) Hendriawan Tri Kusumah (67) dan Erniwati Candranata (61) pemilik toko bahan bangunan Sanjaya 21 Juli lalu, hanya karena disinggung punya utang Rp 400 ribu,pelaku pembunuhan pasutri pada Ramadhan 1435 Hijriah itu Solihan alias M Hazar (27), warga Jalan Tembus Mantuil, Lokasi 3 Banjarmasin Selatan yang berhasil jajaran Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin tangkap 30 Juli lalu atau sembilan hari setelah kejadian.

Oleh karena tersinggung dikata-katai korban terkait utang tersebut, pelaku tega mencekik kedua pemilik toko bahan bangunan Sanjaya itu dengan seutas tali, bahkan menyelamkan ke bak mandi.Itu yang dilakukan pelaku terhadap si suami (Hendriawan Tri Kusumah), kejadiannya di lantai atas rumah toko (ruko) milik korban tersebut,satu itu, si istri (Erniwati Candranata) memergoki aksi kejahatan tersebut, dan dikejar pelaku di lantai bawah dan dia dibunuh.pelaku ditangkap di rumahnya di Jalan Tembus Mantuil, beserta barang bukti antara lain, tiga HP, enam buah ATM, dompet-dompet korban.

Reka ulang dilakukan, Rabu (27/8) sekitar pukul 09.00-12.00 WITA. Dari seluruh adegan yang diperagakan pelaku bernama Solihin alias M Hazar (27) sangat santai. "Dari seluruh adegan yang diperlihatkan pelaku saat melakukan pembunuhan suami istri pemilik toko bangunan Sanjaya ini, dia terlihat santai dan cukup tenang melakukannya, seperti pembunuh berdarah dingin," ujar Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono, di TKP.

Afner mengatakan dengan reka ulang ini terungkap, fakta baru dalam rekon pembunuhan ini, yang semula hanya akan digelar 21 adegan berdasarkan pengakuan tersangka di BAP, ternyata bertambah menjadi 41 adegan yang langsung diperagakan tersangka pembunuh.

Semua reka ulang tambahan kami catat untuk dijadikan alat bukti baru di bap salah satu contohnya, saat korban lari kekamar, pelaku mengikutinya, kemudian menangkapnya dan menyeret kekamar mandi, pelaku menghabisi pasangan suami istri yang sudah tua itu dengan sadis, bahkan dengan keadaan tenang tampa ada grogi maupun gugup dalam melakukan aksinya.kata Afner

"Pelaku baru dua bulan keluar penjara, dan langsung bekerja di rumah suami istri ini, kemudian mereka dibunuh dengan sadis, pelaku bisa dikenakan Pasal 339 KUHP, selain pelaku melakukan pembunuhan juga melakukan perbuatan pidana lain dengan ancamannya 20 tahun penjara." kata Afner.

Afner mengatakan, bahwa kegiatan rekonstruksi ini untuk meyakinkan jaksa akan kebenaran dari suatu tindak pidana yang dilakukan tersangka. pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) Hendriawan Tri Kusumah (67) dan Erniwati Candranata (61) pemilik toko bahan bangunan Sanjaya di jalan Pramuka, Banjarmasin Timur yang terjadi pada 20/7 berjalan lancar dengan disaksikan keluarga korban.

Jumat, 29 Agustus 2014

Lima Rampok Emas Ditangkap, Dua Lagi Diburu




Setelah mendapatkan 5 pelaku perampokan toko mas di pasar Kalindo Belitung Banjarmasin, jajaran kepolisian melakukan gelar bertempat di Polresta Banjarmasin.

Dari semua yang didapatkan dalam penangkapan tersebut didapat berbagai macam barang bukti yakni jenis perhiasan emas, lima senjata api, satu diantaranya softgun, gelar ini bertempat di ruang Rupattama Polresta Banjarmasin 

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Machfud Arifin mengatakan para pelaku, sementara sudah didapat sebanyak lima orang, yang telah diamankan pihak Ditreskrimum Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.Semua barang bukti emas tersebut didapat dari kejadian perampokan toko emas Arafah di Pasar Kalindo Belitung, Banjarmasin dua minggu yang lalu Sabtu (28/6/2014). "Mereka inikan bertujuh merampok toko emas di Pasar Kalindo itu, lima sudah kita tangkap, duanya masih kita buru, identitasnaya sudah dikantongi," ujarnya saat jumpa press.

Menurut dia, Polda dan Polresta Banjarmasin bergerak cepat menangkap para pelaku perampokan toko emas bersenjata ini dan lima pelaku ini berhasil diciduk dalam waktu sepuluh hari, yakni, dari kejadiannya pada 28 Juni lalu. 

Dari petunjuk dua pelaku yang terlebih dahulu ditangkap, yakni, Arif Gunawan dan Andrei alias Ferry, jajarannya berhasil melacak pelaku lainnya, yakni, tiga pelaku yang ditangkapnya di pulau jawa, satu pelaku di Surabaya bernama Nur Samsul Warga Madura dan dua pelaku di Jakarta bernama Sadewa alias Luci warga Lampung, dan Hartono alias Raihan warga Padang.

Bersama para pelaku ini, ungkap Machfud, didapatkan juga barang bukti, yakni, emas hasil rampokan beratanya sekitar 4 Kg, lima pucuk senjata api jenis pistol (empat diantanya asli buatan pabrik, satu senjata rakitan), tiga sepeda motor, dan dua mobil.

Menurut Machfud, aksi para pelaku perampokan bersenjata ini sangat tersusun rapi dan beraksi cukup sadis, bahkan memiliki modal besar, sebab mereka dapat membeli empat pistol asli pabrikan itu, bahkan untuk kendaraan mereka juga mendapatkannya dengan membeli. 

"Bahkan menurut pengakuan mereka, satu minggu sebelum merampok, mereka sudah menetap di sini untuk mempelajari target tempat yang akan dirampok," paparnya.

Setelah melakukan aksi perampokan, mereka melarikan diri berpencar, sebagian besar melarikan diri menuju Palangkaraya, Kalteng, lalu ke Pangkalambun, dan menuju Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menyeberang lewat kapal laut ke pulau Jawa.

"Mereka (Para rampok) sempat mengecoh anggota kita, kita lagi mengobok-obok di daerah Palangkaraya, ternyata mereka sudah berhasil lari cepat kewilayah Kalbar melewati Pangkalambun, untung dapat dicium segera, dan dikejar lagi," beberanya.

Hingga akhirnya, kata Machfud, tiga pelaku berhasil ditangkap dengan sejumlah barang bukti di dalam kendaraan mereka saat pengejaran yang cukup melelahkan itu hingga pulau Jawa. Namun sayang dua pelaku belum diadapatkan, namun identitasnya sudah dikantongi pihaknya. 

Sebenarnya, ungkap Machfud, ada lagi satu pelaku yang terkait kasus ini ditangkap kepolisian Riau. Yakni, bernama Edo, dia ini merupakan pelaku yang ikut menggambarkan lokasi tempat perampokan, namun tidak ikut beraksi di sini. "Edo ini diatangkap kepolisian di Riau karena kasus lain," ungkapnya.

Machfud menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus perampokan dengan dua korban jiwa dan tiga terluka parah ditembak para perampok itu, yakni, di mana mereka dapat senjata, siapa yang memodalinya, dan lainnya

Sebagaimana di ketahui, pada Sabtu 28 Juni lalu, Banjarmasin dihebohkan kasus perampokan toko emas Arrafah di Pasar Kalindo jalan Belitung, Banjarmasin. Sedikitnya 9 kilogram emas digasak pelaku yang kabur dengan motor. Dalam aksinya, kawanan perampok sempat menembakkan senjata api hingga menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya. Salah seorang korban yang tewas adalah Ummi Hani, 40, pemilik Toko Mas Arafah. Dia tertembak di dada dan tewas saat dirawat di RS Suaka Insan.Korban tewas lainnya adalah pedagang sembako yang bernama Salimin, 43. Dia tewas di lokasi kejadian karena tertembak di bagian dada. Tiga korban yang terluka berat masih kritis dan dirawat di RS Suaka. Mereka adalah Ummi Kalsum, 38, adik Ummi Hani; Abdillah, 24; dan Irfansyah, 40.

Perampokan bermula saat Ummi Hani akan menutup toko. Tiba-tiba ada sekitar empat perampok yang langsung masuk ke dalam toko melalui pintu samping. Ummi lalu melawan dengan memukulkan helm ke kepala pelaku. Perampok langsung menembakkan senjata api ke dada Ummi. ’’Ummi terkena tembakan di dada,’’ kata Saniri, penjaga parkir di Pasar Kalindo.

Kemudian, Salimin yang berada di seberang Toko Mas Arafah berusaha menolong. Namun, dia juga ditembak salah seorang pelaku. ’’Salimin tewas di TKP setelah ditembak. Ummi Kalsum, saudara Ummi Hani, ketika mau melawan juga langsung ditembak di dada,’’ kata Saniri.

Memang saat itu keadaan pasar sudah sepi. Banyak pedagang lain yang tutup. ’’Teman saya juga ditembak ketika berusaha menolong korban. Saya pun ditembak, tapi saya menunduk,’’ ujar Saniri.

Saat beraksi, pelaku mengenakan helm dan topeng. Pelaku yang berhasil ditangkap adalah Arif Gunawan, warga Denpasar, Bali. Dia kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur. Barang bukti yang sudah didapat polisi adalah senjata api jenis FN pabrikan dengan peluru lengkap, SIM, serta BPKB motor.

Selasa, 24 Juni 2014

Polisi Banjarmasin Berhasil Bekuk Perampok Toko Emas

Setelah hampir 6 bulan dalam pengejaran, 8 dari 10 kawanan perampok toko emas di Banjarmasin Kalimantan Selatan lalu akhirnya dibekuk polisi di sejumlah tempat di Jawa Tengah dan Jakarta, dua diantaranya ditembak karena berusaha kabur saat tiba di Banjarmasin, tiga orang penadah asal jawa tengah ikut diamankan. 


Aksi perampokan bersenjata api yang terjadi pada 8 Januari lalu itu melibatkan oknum anggota Brimob Kelapa Dua Bambang dan Agus oknum BNN Cawang Jakarta Timur, lima kawanan perampok toko emas asal Jawa Tengah yang ditangkap aparat gabungan Polresta Banjarmasin dan Polda Kalimantan Selatan ini masing-masing Munajib alias Ahong, Tugiman alias Dudung, Rony alias Endut, Anang dan Jianto, mereka ditangkap di tempat terpisah yakni di Semarang dan Boyolali Jawa Tengah, Palangkaraya Kalimantan Tengah dan Cawang Jakarta Timur.

Menurut Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Polisi Mahcfud Arifin, Bambang dan Agus telah ditangkap di kawasan tol Jagorawi atas kasus perampokan emas seberat 360 kilogram dan kini menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. 

“ Kedua oknum aparat ini ikut dalam aksi perampokan dan meminjamkan 3 pucuk senjata api jenis revolver dan FN dengan 32 butir peluru untuk di gunakan merampok emas,” kata Kapolda Brigjen Polisi Machfud Arifin di Banjarmasin (23/6/2014) 

Dalam aksinya kelompok asal Demak Jawa Tengah ini selain berhasil menggasak 6 kilogram perhiasan emas juga melukai pemilik toko emas tersebut, korban yang merupakan pasangan suami isteri itu mengalami luka tembak di paha dan tebasan kampak di bagian kepala.

Dalam penangkapan ini tiga orang penadahnya masing-masing Budiono warga Kudus Jawa Tengah, Kristianto dan Muhtasin warga Semarang ikut diringkus polisi, emas hasil rampokan di jual ke para penadah secara bertahap senilai 2,2 milyar rupiah, polisi kini masih memburu tiga pelaku lainnya yakni Keriyanto alias Setan warga Candi Sari Meranggen Demak, Kibing alias Bingky serta Sirat warga Banjarrejo Guntur Demak Jawa Tengah.

Pelaku Sodomi 10 anak di Banjarmasin Diringkus Polisi

Jajaran Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menangkap seorang yang diduga pelaku sodomi terhadap 10 anak atau peadofil berinisial WD (14).

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono, Senin mengatakan, pelaku mengaku melakukan sodomi, lantaran dendam karena dirinya juga korban sodomi saat berumur delapan tahun.

"Saya dendam, karena tidak bisa membalas orang yang menyodomi saya, makanya saya balas menyodomi anak-anak," kata Afner mengutip pengakuan WD.

Saat melakukan aksi bejatnya dalam kurun waktu 2012-2014, WD mengaku mengancam korban-korbannya untuk tidak menceritakan ulahnya kepada orangtua korban.

Afner mengatakan, korban yang diakui pelaku WD jumlahnya sepuluh bocah, korban umur 5 sampai 8 tahun, delapan orang anak laki-laki, tiga orang anak perempuan.

Sementara ini, kata Afner, pihaknya baru mengetahui tiga korban yang melaporkan diri telah disodomi WD, mereka berinisial F, E, dan D. "Korban lainnya masih kita cari identitasnya," tutur Afner.

Pihaknya akan mengembangkan kasus ini, untuk mengetahui apakah ada korban lain selain yang sepuluh anak diakui pelaku. Selain ia juga akan mengembangkannya lagi kepada pelaku yang menyodomi WD sebelumnya, hingga dia jadi predator peadofil ini.

"Dari pengakuan WD, dia pernah disodomi W (27), hingga melakukan sodomi kepada anak-anak lainnya sebagai balas dendam. Nah, si W ini sudah kita mintai keterangannya, tapi belum kita tetapkan jadi tersangka, menunggu hasil visum dulu," terangnya.

Visum terhadap WD yang pernah disodomi ini terbilang sulit, sebab rentang waktunya sangat lama, yakni, sudah bertahun-tahun.

Sedangkan visum terhadap anak-anak korban WD ini sudah didapat hasilnya, yakni, memang ada bekas tindakan kekerasan di anus korban.

Atas dasar tindakan yang tidak senonoh terhadap anak di bawah umur ini, WD terancam pasal 82 Undang-Undang Kekerasan Terhadap Ankan no 23 tahun 2002, yakni dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pelaku Pembunuhan 'Dihadiahi' Timah Panas

Rudiansyah alias Rudi Bucek (27), warga Jln Saka Permai Gang Insan RT 41 Banjarmasin Barat, kemarin (10/6) sekitar pukul 10.30 Wita diringkus di Jln Kuranji Banjarbaru Barat, setelah buron selama empat bulan lamanya.

Rudi yang tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh kepolisian, kabur setelah menghabisi nyawa seterunya Fahrial Lutfi alias Ufi Kidat (30), warga Jln Saka Permai Gang Amilin Banjarmasin Barat.

Saat ditangkap ia terpaksa dihadiahi timah panas sebanyak dua kali di kaki kanan karena berusaha melarikan diri dan melawan aparat Unit Jatanras Polresta Banjarmasin.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono, mengungkapkan pihaknnya sempat kesulitan meringkus tersangka karena tempat tinggalnya berpindah-pindah. 

Pihaknya akhirnya menemukan titik dimana keberadaan tersangka. ”Tersangka ditangkap di rumah bibinya di kawasan Jln kuranji,” katanya. 

Ditambahkan, untuk motif sementara karena cemburu setelah mengetahui jalinan asmara antara tersangka dengan istri korban dan puncak kemarahan korban ketika mendapat sms dari tersangka bahwa akan menikahi istri korban.

Kasat mengungkapkan bahwa tersangka memang resedivis,tersangka sudah 4 kali masuk bui dengan kasus yang sama, dan apabila kemana-mana tersangka membawa sajam dibadannya. ”Waktu akan ditangkap tersangka melawan dengan senjata tajam dan berusaha kabur, ” ujarnya. 

Sementara berdasarkan pengakuan Rudi Bucek, dia membantah kalau akar permasalahan tewasnya Ufi Kidat karena telah merebut istri. ”Itu tidak benar. Kenal korban saja tidak, apalagi dengan istrinya. Ditambah merebut istri korban itu tidak benar,” dalihnya.

Dikatakannya selama buron ia bersembunyi di kawasan Desa Takalas Kalteng, bersama dengan Esti istri dari korban. ”Esti marah dengan korban, dia dituduh selingkuh dengan saya dan tuduhan itu Esti lanjurkan dan ikut bersama saya,” ujarnya.

Diceritakan Rudi Bucek, waktu itu dirinya berpapasan di dalam Gang Abdul Hamid dengan korban, tanpa ia ketahui apa masalahnya korban mengejarnya sembari mengeluarkan senjata tajam.

Karena saat itu tidak membawa senjata dan merasa nyawanya terancam Rudi Bucek berusaha lari dari hadangan korban yang sambil menenteng dua senjata tajam. ”Korban membawa Samurai dan Mandau, lalu korban meneriaki saya kenapa lari,” katanya.

Kemudian korban melayangkan senjatanya ke arah dirinya yang mengenai lutut sebelah kanan. Dirinya berusaha menghindar ayunan sajam ke tubuhnya sambil berusaha merebut dua sajam yang ada di tangan korban. 

”Saya berhasil rebut senjata korban, saat itulah saya habisi korban dengan senjata miliknya, ” ceritanya.

Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya, korban tewas dengan enam mata luka setelah dihabisi Rudi Bucek di Jln Saka Permai Gang Abdul Hamid, Kamis (14/2) pukul 22.00 Wita. Penyebabnya di picu oleh SMS dari pelaku yang diterimanya yang isinya akan menikahi istri Korban

Dukun Palsu Pemeras Ibu Rumah Tangga Dibekuk

Jajaran Polisi Resort Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membekuk seorang lelaki yang diduga dukun palsu berinisial Sh (40), yang sudah memeras ibu rumah tangga dengan kerugian sekitar Rp170 juta.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono Sabtu mengatakan, Sh yang merupakan warga Desa Barangas Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalsel, tersebut kini tengah menjalani pemeriksanaan.

"Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya peralatan perdukunan," jelasnya.

Dia mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N (40) yang merasa diperas tersangka dengan kerugian Rp170 juta.

Korban mengaku telah mengeluarkan uang yang jumlahnya cukup besar secara berangsur hingga Rp170 juta, untuk pengobatan penyakit yang dideritanya.

Kepada korban, tersangka mengaku sebagai "orang pintar" atau dukun, dan bisa mengobati penyakit korban, yang disebutnya terkena santet.

Selain meminta uang, kata Afner, korban juga mengaku dimintai emas hingga puluhan gram. "Kita masih mendalami ini, apakah ada korban lain lagi, tapi informasinya sepertinya ada," imbuhnya.

Sementara Sh bersikeras tidak menipu N (40), dan dia membantah sebagai dukun. "Saya tidak bisa mendukun," kilahnya.

Sembilan Preman Kuburan Berhasil Diamankan




Polresta Banjarmasin, berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga preman yang sering melakukan pemalakan di Kuburan Muslimin di Jalan Malkon Temon, Banjarmasin.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono, Senin (26/5) mengatakan, salah satu dari sembilan preman tersebut adalah seorang perempuan berinisial Mr (19).

Mereka diamankan karena laporan warga terkait pemalakan di wilayah kuburan muslimin di jalan Malkon Temon atau belakang Mesjid Jami atau di daerah makam Pangeran Antasari.

Ke-sembilan terduga preman itu, berinisial Rd (20), Mh (19), Aj (21), MA (25), Ml (27), Mr (19), Sd (30), M (40), dan Kr (30). Mereka terjaring dan diamankan saat razia preman jajarannya di wilayah pekuburan muslimin tersebut.

Pihaknya melakukan razia preman di wilayah itu, ungkapnya, karena banyaknya laporan masyarakat dan peziarah makam yang sering kena palak preman.

"Makanya kuburan muslimin di sana, termasuk makam Pejuang Kalsel Pangeran Antasari mulai sunyi penziarahnya, karena masyarakat takut berziara lantaran banyak preman," tutur Afner.

Pihaknya pun bertindak cepat untuk mengamankan wilayah tersebut, dan ingin mengembalikan keadaanya menjadi aman dan nyaman bagi peziarah.

Sementara itu, semua terduga preman mengaku tidak pernah melakukan pemalakan di wilayah pekuburan muslimin tersebut, mereka mengaku bekerja di daerah tersebut.

Sebagian mengaku penggali kubur, pembersih rumput, penjual batu kuburan, dan buruh Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di wilayah itu.

Dua Duda Muda Terlibat Maling Motor

Dua lelaki yang belakangan diketahui berstatus duda beranak satu, Dra,27, dan Ily,25, ditangkap jajaran Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono, Selasa mengatakan, kedua tersangka pelaku curanmor, ditangkap di bawa Jembatan Anyar sekitar Museum Wasaka.
“Keduanya ditangkap berdasarkan laporan warga yang kehilangan kendaraan, dengan barang bukti dua unit sepeda motor,” terangnya.

Dikatakan, kedua pelaku adalah sekawan yang tinggal di Jalan Beligung Darat, Banjarmasin. Bukti sepeda motor yang mereka curi satu buah Honda Beat dicuri di Jalan Belitung, pada 24 Maret, dan sebuah Yamaha Meo Z di curi Jalan HKSN Komplek 99 pada Minggu (18/5).

“Kedua pelaku terancam hukuman 7 tuhun penjara sesuai pasal 363 KUHP,” jelasnya. Sementara itu, kedua pelaku mengaku mencuri sepeda motor karena tak punya sepeda motor. Modus keduanya mencuri melihat sepeda motor yang parkir dengan kunci kontak masih menancap.

“Tidak untuk kami jual, tapi untuk kami pakai sendiri untuk pergi kerja ke Kapuas,” tutur Didi yang mengaku mereka kerja sebagai buruh bangunan di Kapuas. Mereka pun mengaku sangat menyesal, dan tidak akan mengulanginya lagi.