Struktur Kepolisian

ORGANISASI POLRI

Manajemen Penyidikan Tindak Pidana

PERATURAN KAPOLRI NOMER 14 TAHUN 2012

Selasa, 28 Mei 2013

Coba Kabur, Penjambret Didor Polisi

Unit Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin menembak penjambret berinisial MT (36) yang diduga sering beraksi di kota itu. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Jumat, mengatakan bahwa pelaku tersebut merupakan target operasi polisi.

Diduga pelaku tersebut sering melakukan aksinya pada siang hari maupun malam hari dengan menjambret korbannya yang sudah menjadi incaran mereka. Untuk pelaku sendiri ditangkap Satuan Reserse Kriminal pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 Wita di kawasan Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin, tepatnya di dekat Hotel Blue Atlantic.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku sedang duduk santai. Tiba-tiba melarikan diri ketika melihat anggota polisi yang ingin menangkapnya. Karena tidak mau kehilangan buruannya dengan melalui prosedur yang ada akhirnya pelaku tersebut dilumpuhkan dengan tembakan petugas.

Selain menangkap pelaku tersebut, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Satria F DA 4632 S yang biasa digunakan pelaku untuk melaksanakan aksinya. "Pelaku kami lumpuhkan mengenai kaki sebelah kirinya hingga pelaku pun tak sanggup lagi untuk melarikan diri," kata perwira menengah itu

Polisi Telisik Operasi Pasar Kelurahan Murung Raya


Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin akan melakukan menelisikan terhadap kegiatan operasi pasar tabung gas elpiji 3 kg yang dilaksanakan di Kelurahan Murung Raya Banjarmasin Selatan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Jumat mengatakan, penelisikan itu akan dilakukan karena adanya dugaan penyalahgunaan dalam operasi pasar tersebut. Dimana operasi pasar yang dilaksanakan di Kelurahan Murung Raya Jalan Kelayan A Banjarmasin Selatan itu telah diserahkan kepihak agen gas elpiji yang berada di dekat kelurahan tersebut.
Dari informasi yang didapat bahwa dalam operasi pasar tersebut ada dugaan pihak agen memberikan Rp 1000/tabung gas kepada pihak kelurahan. Untuk itu dengan adanya dugaan perbuatan tersebut maka pihak polisi ingin melakukan pengecekan terhadap kebenaran adanya aliran dana itu ke pihak kelurahan dalam hal ini kelurahan Murung Raya.
"Kita akan tindak lanjuti dugaan aliran dana tersebut dan pihak-pihak yang bersangkutan akan kita lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan terhadap adanya perbuatan itu," ucap Afner saat berada diruang kerjanya.

Dikatakan lebih lanjut, kemungkinan para pihak tersebut akan dilakukan pemanggilan pada Senin (27/5) untuk menghadap ke Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin guna dimintai keterangan. Apabila nantinya, dalam pemeriksaan tersebut adanya kebenaran aliran dana itu, maka akan dilakukan proses sesuai aturan yang berlaku serta memberikan efek jera kepada pihak-pihak lainnya. Operasi pasar tabung gas elpiji 3 kg itu diperuntukan untuk masyarakat sehingga jangan sampai disalah gunakan karena saat ini tabung gas tersebut langka dan sulit didapat.
"Setiap informasi yang masuk ke kita akan langsung kita tindak lanjuti, hal itu dilakukan untuk mengecek kebenarannya apabila ada kesalahan dalam prosedur pelaksanaan serta lainnya maka langsung kita tindak lanjuti," terangnya

Dugaan Korupsi Rumah Sakit Tunggu Audit BPKP

Perkembangan kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Anshari Saleh (RSAS) yang di tangani Polresta Banjarmasin saat ini sedang menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Jumat mengatakan, audit BPKP itu sangat perlu dalam kasus dugaan korupsi karena itu menjadi dasar perkembangan dalam penyidikan.
Saat ini pihak Satuan Reserse Kriminal yang menangani kasus dugaan korupsi RSAS Banjarmasin sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada BPKP yang dilakukan pada Jumat (1/3).
Selain itu juga pada Senin (4/3) penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin yang menangani kasus tersebut juga sudah melakukan gelar/ekspose di hadapan BPKP untuk menerangkan jalan cerita dugaan korupsi proyek pengadaan tambah daya listrik di rumah sakit tersebut.
Hasil audit BPKP itu sangat diperlukan, untuk mengetahui apakah dalam proyek pengadaan tambah daya listrik di RSAS, ada kerugian negara atau tidak, guna menentukan perkembangan proses hukum selanjutnya.
"Kemungkinan hasil audit BPKP itu kita terima sekitar kurun waktu tiga bulan, apabila hasil itu sudah keluar dan ada kerugian negaranya, baru kita bisa melanjutkan proses hukum dan menentukan siapa tersangka dari proyek pengadaan tambah daya listrik di RSAS itu," terang pria yang baru saja menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin.
Afner juga mengatakan, untuk pemeriksaan saksi-saksi dalam kasu tersebut juga sudah dilakukan oleh penyidik, baik saksi dari RSAS sendiri juga saksi dari PLN serta saksi dari rekanan.Sehingga sekarang ini penyidik tinggal menunggu audit dari BPKP terhadap kasus pengadaan tambah daya listrik di RSAS, untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau tidak.
"Kita berkeyakinan dalam kasus proyek pengadaan tambah daya listrik di RSAS itu ada terdapat kerugian negaranya namun semua kita serahkan dulu auditnya kepada BPKP," terang Afner.
Untuk diketahui, penyidikan yang dilakukan itu karena adanya dugaan kesalahan atau mark up di proyek tersebut seperti pengadaan tambah daya listrik tahap pertama dari 146 KVA menjadi 197 KVA 

Kamis, 23 Mei 2013

Ditemukan Mayat Laki-laki di Air Terjun Pantai Baru


Warga Blok D Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Pantai Baru, Pulau Laut Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan, hari Jumat (25/12) menemukan mayat laki-laki di lokasi air terjun Pantai Baru sekitar 20 km dari ibukota Kabupaten Kotabaru.
Kasat Reskrim Polres Kotabaru Ajun Komisaris Polisi Afner Juwono, Jumat, mengatakan, kondisi mayat sudah membusuk sehingga tidak dapat dikenali lagi. "Bahkan tidak satu pun identitas mayat ditemukan sehingga kami kesulitan untuk melacaknya," kata Afner menjelaskan.
Untuk mengetahui identitas mayat yang mengenakan celana jins dan baju lengan pendek tersebut,maka polisi telah memanggil beberapa orang saksi, terutama warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi air terjun Pantai Baru. "Menurut keterangan warga, pada hari Selasa (22/12) ia mendengar teriakan di sekitar lokasi air terjun. Namun hal itu dianggap biasa," ujarnya.
Warga baru melapor ke polisi setelah menemukan mayat pada Jumat pagi. Korban sudah tidak dapat dikenali lagi, karena seluruh tubuhnya dalam kondisi membengkak.
Dia menambahkan, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka. "Namun untuk memastikan apakah luka itu yang menyebabkan korban meninggal dunia, perlu visum lebih lanjut," katanya.
Afner menduga mayat tersebut bukanlah warga Pulau Laut Tengah, karena setelah diumumkan hingga saat ini tidak satu orang pun warga di wilayah itu melapor kehilangan anggota keluarganya. "Kami meminta siapa saja yang merasa kehilangan anggota keluarganya hendaknya melapor ke polisi, karena mayat tersebut hingga saat ini masih disimpan di rumah sakit," katanya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru dr H Nurahman, dengan didampingi perawat jaga, Dwi Nurhayati, mengatakan, kondisi tubuh mayat sudah membengkak, bahkan sebagian anggota badannya sudah dipenuhi belatung.

Belanja Online Sedang Trend Saat Ini

transaksi dari mana saja, barang 'edisi terbatas' dan harga lebih murah menjadi penarik minat pembeli. namun, antusiasme pembeli menjadi sasaran empuk para penipu yang berkedok penjual gadget, alat elektronik hingga jersey (kostum) klub sepak bola dunia. tergiur iklan yang disebar pelaku di berbagai situs belanja online dan media sosial seperti twitter, kaskus, facebook, email sampai blackberry messenger (bbm), korban biasanya mengontak nomor telepon yang tertera di iklan. kadang pelaku mau ditelepon, namun lebih banyak obrolan dilakukan lewat layanan pesan singkat (sms) atau blackberry messenger (bbm). ketika harga sudah disepakati, pelaku meminta korban mentransfer uang pembayaran terlebih dahulu. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku membuat nomor resi pengiriman palsu. setelah dicek, ternyata nomor resi tidak terdaftar di perusahaan jasa pengiriman. uang pembelian pun amblas. salah korban adalah warga banjarmasin, rahim (32). dia pernah tertipu saat membeli lensa kamera dslr merek canon seharga rp 3,5 juta.penjualnya mengaku bernama nasrudin asal yogyakarta. harga 'miring' membuat rahim tertarik membeli. sesuai permintaan, uang pun ditransfer ke rekening nasrudin. "janjinya barang tiba tiga hari setelah uang ditransfer. namun, hingga kini barang itu tidak ada. awalnya saat saya hubungi, dia mengungkapkan berbagai alasan. lama-lama ponselnya tidak aktif," kata pekerja swasta ini kepada bpost, rabu (27/3). korban lain adalah iyan (25) yang mengirim uang rp 6 juta untuk tiga unit ponsel dan satu unit laptop. dia mengaku tertarik karena harga yang ditawarkan sangat murah. "nomor teleponnya juga tidak aktif lagi. dan, barang tidak pernah sampai ke saya," katanya. lain lagi yang dialami seorang mahasiswi, ayu lestari. dia pernah tertipu meski nilai transaksinya tidak terlalu besar.
ayu membeli pakaian seharga rp 80 ribu dan sepatu seharga rp 155.000 melalui online shop di media sosial. "tak ada kecurigaan saat itu karena disertai contoh barang dan anggota group-nya banyak.
kami pun berkomunikasi melalui bbm," ujarnya. mengapa tidak melapor ke polisi? ayu mengaku kerugiannya tidak terlalu banyak dan bukti pengiriman uang sudah tidak ada.
perasaan malu, 'mengikhlaskan', pesimistis terungkap dan kesibukan membuat rahim, ayu dan iyan tidak melaporkan penipuan yang dialami.
polisi meyakini banyak warga kalsel yang mengalami nasib serupa tetapi juga enggan melapor.
untung saja, masih ada tiga orang di antara sekian banyak korban yang melapor ke polda kalsel.
"mereka tertipu bermacam-macam.
mulai dari pembelian ponsel seharga rp 3 juta hingga laptop seharga rp 8 juta," kata kasubdit ii ditreskrimsus polda kalsel, kompol andi aliamin.
andi mengaku tidak mudah mengungkap kejahatan dunia maya (cyber crime) mengingat modus yang dilakukan bermacam macam.
"selain peralatan lengkap juga diperlukan kualitas sumber daya manusia.
untuk itu kami telah mengirim tiga penyidik guna mengikuti pendidikan di jakarta," kata dia.
pendidikan itu langsung menunjukan hasil.
kamis (14/3), mereka membekuk seorang pelaku kejahatan di dunia maya, andi asal sidrap, sulsel.
"setidaknya ada lima warga kalsel yang mengaku menjadi korban andi.
mereka ada yang dari satui, batulicin, banjarbaru dan banjarmasin," tegas andi.
kepala satreskrim polresta banjarmasin, kompol afner juwono juga menyakini banyak korban yang enggan melapor.
dia pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh tawaran iklan.
"jangan langsung bertransaksi, akan lebih baik berhati-hatilah," ucap dia.
(arl/aa/dd)modus toko online fiktif- memosting foto dagangan berharga murah di situs dan media sosial- memosting juga testimoni palsu- meminta pembeli mengirim uang terlebih dulu- uang diterima, pembeli diberitahu nomor resi pengiriman- janjikan barang tiba 2-3 hari setelah uang diterima- banyak alasan jika dikonfirmasi barang belum sampai- terkadang mencatut nomor telepon toko online resmi- nonaktifkan ponsel atau blackberry

Dokter Murah Hati Itu Begitu Dicintai Masyarakat

Namanya Urigenes Mangalik. Dokter spesialis anak profesinya. Orang orang mengakrabinya dengan "dokter Uri." Bagi warga Kotabaru, Kalimantan Selatan, dia lebih dari sekedar dokter spesialis, lebih dari memeriksa dan menjaga sehat anak balita dan bayi-bayi di Kotabaru. Dia tidak hanya membantu anak sakit dan hidup amat bersahaja, namun juga sangat senang membantu pasien tidak mampu. Dia gratiskan pasien-pasien yang tidak beruang, baik biaya pemeriksaan maupun pengobatan. Iklas selalu terpancar dari wajah dokter yang sejak 22 Juli 1996 bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, ini. Bakti dan kedermawannya begitu tinggi sehingga dia adalah kepada siapa orang bisa berkaca tentang keikhlasan dan pengabdian. "Banyak resep obat yang seharusnya ditebus oleh pasien, namun karena mereka tidak mampu, oleh dokter Uri (tagihan-tagihan itu) dimasukkan ke bon dokter Uri sendiri," kata seorang perawat Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru yang enggan disebutkan namanya. Dan manakala tersiar kabar bahwa dokter ringan tangan lagi dermawan itu meninggal dunia akibat kecelakaan laut, masyarakat Kotabaru berbondong-bondong mendatangi rumah sakit di mana dokter Uri bertugas. Warga datang melayat dengan mata berkaca-kaca dan air mata menetes membasahi pipi. Bahkan Bupati Kotabaru Sjachrani Mataja yang juga melayat jenazah Urigenes, tidak mampu mengeluarkan sepatah pun kata tatkala seorang wartawan hendak mewawancarainya. Dengan terbata-bata, Sjachrani hanya meminta polisi segera mengungkap seterang-terangnya kasus meninggalnya dr. Urigenes. Sebelum jenazah sang dokter ditemukan setelah dua hari dikabarkan hilang, berbagai rumor tidak jelas mengenai dirinya beredar luas di masyarakat, diantaranya bahwa mayat dokter Uri ditemukan dengan bagian kening dan dada luka karena ditimpa benda tumpul. Rumor-rumor itu segera menguap, begitu masyarakat menemukan pula mayat Rahmad Efendi, operator speedboat yang ditumpangi Urigenes dari Batulicin ke Kotabaru Senin itu (18/1). Mayat warga Simpang Karya, Kotabaru, itu ditemukan mengapung dekat Pelabuhan Panjang, Kotabaru, beberapa ratus meter dari lokasi ditemukannya jasad Urigenes di Desa Hilir, Kotabaru, tepatnya dekat perusahaan BBM PT. Anggrek.
"Ada kemungkinan speedboat yang ditumpangi korban menabrak. Namun untuk membuktikannya perlu saksi dan bukti-bukti lain, misalnya, bangkai speedboat," jelas Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Slamet Riyadi.

Teladan

Bupati Sjachrani mengingat Urigenes sebagai dokter yang banyak membantu masyarakat Kotabaru sehingga almarhum layak beroleh penghargaan dari pemerintah daerah. "Kita akan memberikan penghargaan kepada almarhum, atas jasa-jasanya dalam mengabdikan diri di Kotabaru," kata Sjachrani.
Selama bertugas di Kotabaru, Urigenes memang bekerja penuh dedikasi, tidak pernah mengeluh, tidak pernah juga mengajukan pindah tugas dari rumah sakit. Dia menjadi andalan keluarga-keluarga di Kotabaru, sehingga ketika sehari saja tidak masuk kerja seperti di hari-hari terakhir hidupnya itu, puluhan bayi dan anak balita antri menunggu untuk diperiksa. "Kami juga sangat merasakan kesedihan atas meninggalnya dokter Uri, apalagi anak saya yang baru berumur 10 bulan ini sudah menjadi langganan almarhum," kata Ajun Komisaris Polisi Afner Juwono, Kasat Reskrim Mapolres Kotabaru. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Selatan dr Muhammad Isa, SPP, mengungkapkan keterkesanannya pada bakti ikhlas sang dokter, dengan menyebutnya sebagai dokter berdedikasi tinggi terhadap pelayanan. Dan untuk dedikasinya itu, pada 2009 IDI Kalimantan Selatan menganugerahi dr. Urigenes Mangelik, SPA, sebagai dokter teladan. "Dokter Urigenes juga merupakan dokter yang paling lama bertugas di daerah dan tidak pindah-pindah," kata Muhammad Isa. Dokter spesialis paru ini berharap, ke depan, petugas kesehatan, khususnya dokter yang bertugas di daerah, terutama orang-orang seperti Urigenes, mesti mendapatkan perhatian luas pemerintah. "Perhatian tersebut bisa berupa pemberian asuransi kepada dokter dan keluarganya, karena dia telah mengabdikan diri kepada masyarakat," katanya.
Asuransi adalah wujud perlindungan pemerintah terhadap nasib yang menimpa Urigenes Mangelik, yaitu nasib yang juga dialami para dokter atau pelayan kesehatan berdedikasi tinggi lainnya. "Siapa yang akan peduli terhadap nasib istri dan anak-anak almarhum, jika Urigenes yang kepala rumah tangga kini meninggal dunia?" sambungnya mengutarakan alasan.
Diabadikan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru dr Nurahman, mengungkapkan, Urigenes merupakan sesepuh semua dokter rumah sakit umum. "Beliau menjadi panutan bagi para dokter di sini, sehingga meninggalnya beliau, kami semua merasakan duka yang cukup mendalam," katanya. Menurutnya, banyak sikap dan laku Urigenes yang dapat diteladani oleh para dokter di rumah sakit. Dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas yang dimiliki almarhum patut menjadi contoh bagi para dokter. "Terlebih beliau itu tidak pernah mengeluh, dan mengajukan pindah," katanya. Pemerintah daerah lain lagi. Sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap pengabdian Urigenes kepada warga Kotabaru, pemerintah berencana mengabadikan namanya sebagai nama rumah sakit baru di daerag itu. Janji ini disampaikan Bupati Sjachrani Mataja, saat melepas jenazah Urigenes ke tanah kelahirannya, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tak cukup dengan itu, pemerintah juga akan menaikkan golongan dan pangkat terakhirnya, serta memberikan penghargaan-penghargaan lain kepada dokter yang selama 16 tahun membaktikan dirinya untuk "Bumi Saijaan". Pemerintah Kabupaten Kotabaru berencana membangun rumah sakit umum daerah Tipe B di Stagen, sekitar 15 km dari rumah sakit lama di Kotabaru.
Rumah sakit baru ini akan menelan dana ratusan miliar rupiah dan merupakan pengganti rumah sakit tipe C yang sudah berdiri lama di tengah kota. Kelak, jika janji Sjachrani Mataja bisa diwujudkan, Urigenes Mangalik adalah nama dari rumah sakit baru ini.

Polisi Temukan Speedboat Yang Ditumpangi dr Urigenes

Mapolres Kotabaru, Kalimantan Selatan, berhasil menemukan bangkai speedboat yang ditumpangi dr Urigenes Mangelik, SPA, dari pelabuhan Batulicin-Kotabaru pada Senin (18/1) di perairan sekitar Desa Rampa, Pulau Laut Utara, Kotabaru. Kasat Reskrim Polres Kotabaru Ajun Komisaris Polisi Afner Juwono, di Kotabaru, Rabu, mengatakan, pihaknya telah menemukan speedboat yang ditumpangi Urigenes. "Bangkai Speedboat tersebut kini telah ditarik dari lokasi penemuan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) ke kantor Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) di Pelabuhan Kotabaru," katanya. Penemuan bangkai speedboat tersebut bermula ketika petugas menemukan kursi bekas yang biasa dipakai untuk speedboat. "Kemudian petugas melakukan penyelaman di sekitar lokasi ditemukannya kursi bekas tersebut. Dan ternyata benar, tidak jauh dari tempat tersebut ditemukan bangkai speed yang tenggelam," ujarnya. Selanjutnya Polisi berusaha untuk mengangkat kembali bangkai speed dan menarik untuk dibawa ke lokasi KPPP di sekitar Pelabuhan Panjang.
Ia menjelaskan, speedboat tersebut diduga menabrak salah satu kapal yang berlabuh tidak jauh dari lokasi pelabuhan. "Karena petugas menemukan cat bekas goresan di lambung sebuah kapal yang berlabuh tersebut. Dan kecelakaan laut ini merupakan kecelakaan tunggal," kata dia. Kasat Reskrim menerangkan, saat ini Polisi sedang melakukan pemeriksaan kepada saksi yang berasal dari warga Rampa yang mendengar bunyi tabrakan.
Sebelumnya, Kapolres Kotabaru Slamet Riyadi, mengatakan, dugaan sementara penyebab meninggalnya dokter Urigenes adalah korban kecelakaan laut. "Dugaan sementara, beliau adalah korban kecelakaan laut, karena operator speedboat juga ditemukan meninggal dunia," katanya menjelaskan. Sementara itu, pada Senin (18/1) dr Urigenes yang selesai melaksanakan seminar di Banjarmasin setibanya di Batulicin berangkat ke Kotabaru dengan speedboat sekitar pukul 04.00 Wita. Namun hingga menjelang siang, pihak keluarga dan pihak rumah sakit umum daerah Kotabaru mulai resah karena Urigenes tidak kunjung datang. Padahal, perjalanan dari Batulicin-Kotabaru biasanya dapat ditempuh dalam waktu satu jam. Namun hingga menjelang tengah hari satu-satunya dokter spesialis anak tersebut juga belum datang. Untuk mencari informasi, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru H dr Nurahman, meminta beberapa orang stafnya untuk melakukan pencarian ke Batulicin dan daerah lain.Tidak hanya pihak keluarga dan rumah sakit, Search dan Resque (SAR) dan elemen masyarakat juga melakukan penyisiran di sungai dan perairan. Jenazah Urigenes Mangelik baru ditemukan telah mengapung pada hari ketiga pencarian, yakni, Rabu (19/1) di perairan sekitar perusahaan BBM PT. Anggrek di Desa Hilir, Pulau Laut Utara. Beberapa jam kemudian, warga kembali menemukan mayat operator speedboat Rahmad Efendi (28) di sekitar KPPP Pelabuhan panjang Kotabaru.

Polisi Tangkap Satu Lagi Pelaku Perampokan

Polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, menangkap satu orang lagi pelaku perampokan di kawasan Jalan Sultan Adam kota setempat.
Kepala Satuan Reserse kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Sabtu membenarkan pihaknya menangkap seorang pelaku perampokan itu, sebelumnya terlebih dahulu ditangkap dua orang pelaku kasus yang sama.
Dengan tertangkapnya tiga pelaku perampokan yang membawa lari perhiasan dan uang korban itu, sampai saat tinggal dua pelaku lagi yang terus dikejar,karena jumlah perampok yang bertindak saat itu sebanyak lima orang, katanya.
Satu pelaku yang baru tertangkap pada Sabtu (27/4) dini hari sekitar pukul 02.00 wita itu diketahui berinisial MR (17) siswa kelas tiga Sekolah Menengah Atas Negeri kota setempat.
MR ditangkap polisi saat tidur di rumah dan tidak melakukan perlawanan serta kooperatif, karena pelaku diserahkan sendiri oleh orang tuanya.
"Kita tetap melakukan tindak tegas terhadap setiap pelaku kejahatan dan kriminal yang beraksi di wilayah Kota Banjarmasin, termasuk para pelaku perampokan ini," tegasnya.
Dikatakan, MR hanya bertindak sebagai orang yang mengawasi di luar rumah korban dan tiga temannya masuk ke dalam rumah korban untuk melaksanakan aksinya perampokan itu.
Untuk tiga pelaku perampokan yang sudah tertangkap itu diantaranya Yulian (30), Bayu (20) dan MR (17) yang masih duduk di bangku SMA kelas 3.
"Untuk dua orang pelaku yang belum tertangkap Milo dan Andan terus akan kita lakukan pengejaran dan apabila tertangkap akan kita tindak tegas di lapangan," ucap perwira muda itu.
Afner juga mengatakan, pihaknya akan terus meminimalisir kejahatan jalanan dan tindak kriminal lainnya yang sering beraksi di wilayah hukum Kota Banjarmasin, terangnya.
Sementara MR mengakui, dirinya pada saat kejadian memang tidak mengetahui kalau teman-temannya itu ingin melakukan perampokan di wilayah Sultan Adam.
"Otak pelakunya itu Milo karena yang dirampok itu keluarganya sendiri, dan saya terjerat karena ikut menerima bagian sebesar Rp 2,5 juta dari hasil perampokan itu," terangnya.
Selama ini dirinya tidak lari untuk menghindari polisi, karena pelaku masih SMA kelas 3 dan ikut Ujian Nasional (UN) yang beberapa waktu lalu dilaksnakan.
"Pada Selasa (30/4) nanti saya akan menjalani UN susulan ada dua mata pelajaran yang saya tidak ikut Bahasa Inggris dan Ekonomi," terangnya sambil tertunduk malu.

Komplotan Curanmor Ditangkap Polisi

Jajaran Polresta Banjarmasin berhasil menangkap tiga orang komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor), termasuk penadahnya, Rabu  Rabu (1/5) dini hari. Para pelaku adalah Ami Fadilah alias Ami (22) dan Amat alias Lawak (40), keduanya merupakan warga Jelapat II, Banjarmasin Barat, dan Noviani (27) warga Kelayan A Gang Laila, Banjarmasin Selatan.
Ketiganya ditangkap di tempat terpisah. Ami diringkus di sekitar kawasan Banjar Raya saat menuju pulang ke rumahnya. Kemudian Novi ditangkap di kediamannya ketika sedang beristirahat. Sedangkan Lawak diciduk saat berada di atas kapal penyeberangan dari Jelapat menuju Alalak.
Komplotan curanmor yang sudah beberapa kali beraksi di Banjarmasin ini berhasil diungkap berkat informasi dari masyarakat.
Menurut  keterangan Ami yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang las, ia sudah 7 kali melancarkan aksinya.
Di Jalan Kelayan mereka berhasil mencuri 1 unit sepeda motor, di Jln Pekauman 1 unit, Jln Gunung Sari Banjarmasin Barat 1 unit, Jln Teluk Dalam,  Banjarmasin Barat 1 unit serta di Kayutangi 1 unit.
Beberapa unit kendaraan yang dicuri tersebut sudah dijual kepada Lawak. “Satria F dan Mio sudah dijual ke Amat Lawak,” ujarnya.
Sementara dari pengakuan Novi, setiap beraksi ia mendapat pembagian uang sebanyak Rp750 ribu. “Uangnya  dipakai untuk keperluan sehari-hari di rumah,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Afner Juwono kepada wartawan membenarkan pihaknya telah mengamankan ketiga pelaku bersama dengan sejumlah barang bukti kendaraan. “Setelah dilakukan pengembangan akhirnya para pelaku berhasil kita amankan,” jelasnya.

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak SD di Banjarmasin

Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin Unit Kejahatan dan Kekerasan menangkap pelaku pencabulan anak Sekolah Dasar.Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Ahad (5/5) mengatakan, tertangkapnya pelaku itu hasil dari laporan orang tua korban karena anaknya diduga hamil. Pelaku tersebut diketahui berinisial RH (18), warga Jalan Ratu Jaleha Komplek Ki Hajar Dewantara I Rt 19 No 63 Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. RH ditangkap Unit Kejahatan dan Kekerasan Polresta Banjarmasin pada Jumat (3/5) sekitar pukul 16.00 Wita saat sedang santai menonton tv. "Dia kita tangkap karena diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur dan korban sendiri diketahui baru berumur 13 tahun dan duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6," katanya. Sementara itu RH mengklaim, sudahtiga kali melakukan hubungan selayaknya suami istri bersama korban. Ia mengaku melakukan itu tanpa paksaan. "Kita pacaran sudah enam bulan, dan baru beberapa hari yang lalu kita melakukan hubungan badan itu, tapi yang saya bingung kok bisa langsung hamil," ucapnya dengan wajah bingung.